Kota Ramah Pejalan Kaki & Sepeda

sepeda di Inggris

Kapan kota-kota kita ramah terhadap pejalan kaki dan sepeda?

Pertanyaan itu beberapa kali terbersit dalam benak saya. Satu dua mungkin sudah ada kemajuan. Sebut Surabaya dengan trotoar nyamannya, atau mungkin Bandung dengan inisiatif bike sharingnya.

Kota-kota lain? Entah kapan bakal ikut serta. Ohya, kabarnya trotoar Jakarta sudah jauh lebih baik—setidaknya di beberapa sudut paska Asian Games. Setidaknya ada progress tho?

Anyway, salah satu indikator sebuah kota nyaman dihuni adalah ramahnya fasilitas umum bagi pejalan kaki dan pengayuh sepeda. Di mana kita bisa leluasa menyusuri trotoar tanpa khawatir terhadang pedagang kaki lima, terjerembab masuk lubang galian atau terserempet motor yang ugal-ugalan.

Ada gabungan antara keberadaan fasilitas trotoar—dan lajur sepeda—dengan kepatuhan aturan lalu lintas dus penegakannya. Di Indonesia, keduanya masih kurang diperhatikan. Entah tak paham, atau kita cenderung malas-malasan.

Padahal, kalau mau dilakukan, kota-kota kita bisa lebih ramah bagi penghuninya. Kotanya ramah, warganya pun akan cenderung lebih ramah. Yuk kita benahi bersama kota kita.

Tabik!

Transportasi Publik Tepat Waktu

Hasto Suprayogo - Bus Bournemouth

Satu hal positif dari hidup di negeri ini adalah transportasi publiknya yang tepat waktu. Khususnya moda angkutan bus. Di kota tempat saya tinggal, setidaknya ada 2 armada bus utama dalam kota. Yellow bus yang tampilannya sesuai namanya, berwarna kuning dan More bus yang berwarna biru merah.

Di luar soal tampilan luar, keduanya melayani jalur yang hampir serupa. Harga tiketnya pun sama, begitu pula jam operasionalnya.

Kedua armada dioperasikan oleh perusahaan swasta. Meski dulunya, Yellow Bus adalah perusahaan milik pemerintah lokal Bournemouth, persaingan bisnis dan tuntutan jaman membuatnya musti dilego ke swasta.

Kembali soal ketepatan waktu, saya menyebut hal ini sebagai keunggulan utamanya. Bus datang tepat waktu, sampai tujuan pun tepat waktu. Tentunya bagi kami para pekerja, hal ini sangat membantu.

Tak ada cerita bus ngetem melewati batas waktu yang dijadwalkan. Kalau kita telat alamat ditinggal bablas. Bagus untuk melatih diri tepat waktu juga.

Saya menyimpan harapan, saat nanti kembali ke tanah air, akan menemui layanan transportasi publik yang tepat waktu juga.

Semoga.